Wednesday, September 28, 2005

"penghujung kemarau"

Sang bayu berlalu dengan malu malu...
Hadirkan semilir disela dedaunan...
Berikan sedikit rasa segar pada kuncup bunga...
Kuncup bunga yang malu-malu...

Semburat awan kelabu tingkahi terik mentari...
Perlahan tapi pasti...
Hadirkan berjuta syukur pada kuncup bunga yang malu...
Yang di tunggu tlah tiba...

Bunga malu bersorak girang...
Tlah lama menantikan tetes tetes air cinta nya...
Tuk mekarkan kembali kuncup yg sekian lama tertutup...
Seribu duka terobati sudah oleh tetesan air cinta...

penghujung musim kemarau ini, begitu indah...
Hidupkan lagi asa kuncup bunga yg malu...
Asa untuk berikan wangi, wangi cinta abadi...
Butiran air yg indah,layaknya ratna berkilauan...

Sang kuncup bunga yg malu malu terobati dahaga nya...
Penghujung kemarau yg indah...
Hadirkan tetesan air demi asa yg indah...
Asa yang berdebu kini berkilau,bak kilauan ratna...

...penghujung kemarau yang teramat indah...