Friday, September 30, 2005

sunyi

cintaku...
tanpa mu aku biru...
saat dikau hadir dalam hidupku...
relung hatiku terasa haru...

tapi kau begitu saja menghancurkan nya...
sekian lama ku kumpulkan rasa itu...
untuk ku persembahkan saat bertemu suatu hari nanti...
tak kah kau tau...aku begitu rapuh saat ini...?

sayang...
sayapku baru saja kau patahkan...
dan kau juga yg dapat menyembuhkan nya...
aku kecanduan akan cintamu...

jangan pernah patahkan lagi...
sebab itu akan hancur kan aku , menjadi serpihan debu...
debu kotor dan menajis...
maafkan jika berlebihan...

Wednesday, September 28, 2005

"penghujung kemarau"

Sang bayu berlalu dengan malu malu...
Hadirkan semilir disela dedaunan...
Berikan sedikit rasa segar pada kuncup bunga...
Kuncup bunga yang malu-malu...

Semburat awan kelabu tingkahi terik mentari...
Perlahan tapi pasti...
Hadirkan berjuta syukur pada kuncup bunga yang malu...
Yang di tunggu tlah tiba...

Bunga malu bersorak girang...
Tlah lama menantikan tetes tetes air cinta nya...
Tuk mekarkan kembali kuncup yg sekian lama tertutup...
Seribu duka terobati sudah oleh tetesan air cinta...

penghujung musim kemarau ini, begitu indah...
Hidupkan lagi asa kuncup bunga yg malu...
Asa untuk berikan wangi, wangi cinta abadi...
Butiran air yg indah,layaknya ratna berkilauan...

Sang kuncup bunga yg malu malu terobati dahaga nya...
Penghujung kemarau yg indah...
Hadirkan tetesan air demi asa yg indah...
Asa yang berdebu kini berkilau,bak kilauan ratna...

...penghujung kemarau yang teramat indah...

Wednesday, September 07, 2005

Nyawa di Tukar Cinta...(karet bivak 7 Sept 05)

Sungguh suatu yg mengharukan, saat menghadiri pemakaman Kerabat dekat. Rabu 7 sept 05 di karet bivak, jakarta barat. Isak tangis dan Gema azan yang dilantunkan bercampur lelehan air mata. Tak urung akupun teteskan airmata.
Bukan nya tidak menghormati atau tidak khusuk pada saat prosesi pemakaman itu, tapi ada suatu yg mampu membuat aku mengalihkan perhatian pada 2 buah batu nisan di di sebelah kanan ku. Dibatu nisan itu tertulis nama "valentino Vietry" lahir thn 62 dan di nisan satunya terpahat nama :"Nurhayati" lahir thn 67. Dan kedua nya wafat pada tanggal dan bulan yg sama ( aku lupa) pada tahun 1988. Hal itu lah yg membuat aku penasaran.
Dua buah nisan berderet hampir bersentuhan...di naungi oleh tanaman yg sama..warna dan bentuk nisan kedua nya juga sama. warna hijau mendominasi kedua nya, di tumbuhi rumput yg terlihat terawat.Fikiran ku langsung menerawang mencoba menyelami hal apa yg terjadi terhadap dua insan alumni dunia fana ini. Meninggal pada hari yg sama...hmmm...kecelakaan lalulintas kah??...sakit???...bencana alam???...ahhh...apasajalah mudah2an mereka dapat beristirahat dengan tenang.Amien..
Namun, ada hal yg membuatku tidak dapat melupakan kejadian hari itu, sebuah plat tertutupi dedaunan dan terpancang kokoh diatas kedua nisan itu terpahat suatu puisi yg menurutku TRAGIS, kira2 sperti ini bunyinya:

Tuhan mempertemukan kita bagai gumpalan awan kelabu
Yang bergerak tidak menentu
Walau pun kita tak bersatu
Di alam barzah jua kita akan bertemu

Valentino & Nurhayati

----------------------------------
Aku tidak lah begitu ingat puisi itu secara persis, mudah2an makna nya tidak berubah. Semoga Arwah kedua nya di terima di sisi Nya. Amien...

Monday, September 05, 2005

kisruh

Berat nya rindu ini, terasa kehilangan dirimu...
Keluh kesah tiada guna, gelisah melanda hidupku...
Aku tidak tau lagi, kau hilang tiada kembali...
Kau bawa asa ini jauh. terlalu jauh untuk kembali...

Sekian kali kuaharap dirimu, ruang kosong tetap kutemui...
Begitu jua tetap saja terlantun do'a, untukmu...
Kisruh di dalam hatiku, antara inginkan dirimu dan ihklasku...

Aku mulai ragu akan ke ikhlasan ku, .....

Astagfirullah al adzim....(Tuhan,aku ini kenapa).